Lepas dari kehebatan, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati si anak Bung Karno dan Doktor SB Yudhoyono, dengan melihat apa yang ada dan dihasilkan oleh kepemimpinan mereka, maka dapat dikatakan bahwa Pak Harto adalah presiden yang paling paham atas tugas pemerintah terhadap akyatnya.

Dalam mukadimah UUD 1945 jelas disebutkan dalam alenia 4 yaitu bahwa disusunlah suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.

BJ Habibie telah gagal melindungi seluruh tumpah darah Indonesia yang bias diartikan melindungi segenap wilayah Indonesia, karena sukses melepaskan Timor Timur dari Indonesia.

Gus Dur dengan semangat memberantas korupsi, maka membubarkan departemen sosial, dan departemen penerangan, sementara itu semua adalah bagian dari tugas pemerintah amanat UUD yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.Memajukan kesejahteraan umum artinya adalah salah satunya menanggulangi permasalahan sosial kemasyarkatan dan itulah tugas pemerintah. Kecerdasan kehidupan tidak harus dalam arti sekolah, tetapi juga perolehan informasi masyarakat.

Megawati dengan amandemen UUD yang berakibat pada beberapa perubahan yang sangat mendasar dalam demokrasi, hilangnya semangat demokrasi Indonesia, sila 4 Pancasila. Jadilah Indonesia Negara demokrasi paling liberal sehingga melahirkan raja raja baru dalam politik dan kekuasaan. Kepala daerah dan anggota dewan dari dinasti penguasa local. Orang kaya lebih bisa menjadi kepala daerah dengan pemilihan langsung.

Memajukan kesejahteraan umum dan mengamankan amanat pasal 33 UUD 1945 pun tidak bias dilakukan, menjual LNG Uggul ke Cina dengan sangat murah, menjual sarana strategis komunikasi yaitu Indosat ke asing dan lain lain penjualan asset dengan alas an BUMN sarang korupsi.

Dan yang paling luar biasa adalah Badan Urusan Logistik, Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) ini dijadikan perusahaan. 20 Januari 2003 LPND Bulog secara resmi berubah menjadi Perum Bulog berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 2003 yang kemudian direvisi menjadi PP RI No. 61 Tahun 2003.

SB Yudhoyono yang doctor pertanian, ternyata tidak mampu mengurangi ketergantungan import Daging, Beras, Garam, Sayur dan Buah. SB Yudhoyono yang Jenderal pun tidak membuat kekuatan peralatan pertahanan dan keamanan kita menjadi lebih baik.

Setidaknya almarhum Soeharto pernah membawa Indonesia menjadi macan asia, tidak pernah kehilangan wilayah, pernah menjadi bapak pembangunan meski bukan Insinyur, Transmigrasi, gerakan Keluarga Berencana, inpres sekolah, bebas tiga buta, pembangunan puskesmas dan terlibat aktif dalam membangun kekuatan ASEAN.

Semua itu adalah bagian dari tugas pemerintah, pertahanan keamanan, Kesejahteraan, pendidikan dan ikut serta dalam perdamaian dunia….

Dan satu satu mulai terbukti langkah pak Harto dihidupkan lagi, setelah kemenkominfo dan kemensos, kemudian BKKBN maka sepertinya sebentar lagi BULOG akan dikembalikan menjadi Badan Urusan Logistik.

Salam hormat presiden dan mantan presiden… Semoga Presiden 2014 mampu belajar dari kebodohan dan kepandaian pendahulunya……

Pin It on Pinterest

Share This