Dalam berbagai kesempatan diberbagai media kita membaca Fox Indonesia ( FI ) adalah konsultan politik SBY dan Partai Demokrat. FI adalah perusahaan konsultan politik yang secara khusus mengarap sebuah pencitraan Tokoh. Perusahan yang digarap oleh keluarga Malaranggeng ini menempatkan Choel sebagai CEO dan 2 kakaknya Rizal dan Andi sebagai senior konsultan.

Rekam jejak dari senior konsultan ini, berdasarkan nformasi yang didapat, Rizal pernah membantu Megawati / PDI Perjuangan dalam Pencitraan Partai Baru dari PDI menjadi PDI Perjuangan dengan “Kita Sudah Bulat” dan “moncong putih” nya di tahun 2004, dan Andi menjadi sekjen Partai Demokrasi Kebangsaan dengan hasil pemilu 2004 tidak menembus angka ET 2,5 %. Pasca Pemilu 2004 Rizal mengembangkan Freedom Institute yang berdasarkan kabar angin dibiayai oleh seorang pengusaha besar Indonesia yang berpolitik dan Rizal “meninggalkan” PDK merapat ke cikeas langsung mendapat peran sebagai Juru Bicara Presiden.

Perjalanan Politik para Konsultan Senior FI ini semakin nampak cerah meski beberapa catatan unik menyertai mereka adalah : Rizal mulai tampak ketika tampil sebagai sosok pembawa acara Save Our Nation di metro TV yang berujung pada pencalonan dan pencitraan dirinya sebagai calon presiden dengan indentitas RM 09 nya dari kabar yang berkembang pencitraan PAN oleh Soetrisno Bachir dengan tajuk “ Hidup adalah Perbuatan” adalah salah satu kerja politik yang digarapnya. Alih alih tidak ada tanggapan sebagai sosok yang layak menjadi pemimpin muda presiden Indonesia akhirnya “lempar handuk” dilakukan oleh Rizal dengan alasan rasionalitas politik belum saatnya masyarakat menerima kehadirannya.

Andi semakin memantapkan menjadi duplikasi Menpen Harmoko dengan beberapa kesalahan statement mulai dari kecelakaan di jalan tol saat perjalanan SBY dari rumah cikeas, andi langsung mengatakan kesalahan kendaraan bermuatan barang yang pada kenyataanya setelah dilakukan penyidikan tertib operasi pengamanan yang kurang sempurna dilakukan oleh pengawal presiden. Keluarga SBY tidak mengenal Artalita tersangka kasus suap yang ditangkap KPK demikian kata andi ternyata keluar foto salah satu pernikahan anak artalita SBY hadir dan berfoto, dan masih ada beberapa “kecelakaan kecil” lainnya.

Tercatat dalam beberapa informasi disebutkan bahwa FI yang digawangi oleh Choel Malaranggeng yang didukung oleh Rizal M dan Andi M disebut sebagai konsultan politik partai Demokrat dan SBY, tetapi informasi salah satu ketua DPP Partai Demokrat Jero Wacik menyebutkan bahwa FOX hanyalah PR / Humas bukan konsultan kampanye atau konsultan politik ( Indonesia monitor ed 53 ).

Hubungan masyarakat, atau sering disingkat humas (bahasa Inggris: public relation) adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/ organisasi Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi . Humas selanjutnya diharapkan untuk membuat program-program dalam mengambil tindakan secara sengaja dan terencana dalam upaya-upayanya mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan masyarakatnya.

Menunjuk pada tugas sebagi Humas dimana fungsinya membawakan Performa SBY sudah merupakan “trade mark” atau “brainded” SBY sebagai sosok yang flamboyant, santun, pendiam dan tidak reaktif , maka FOX telah gagal membawa cita SBY sebagai sosok yang flamboyant, santun, pendiam dan tidak reaktif..

Fenomena terakhir dari pernyataan Ketua DPP PAN Patrialis Akbar “Di internal, selama ini memang mem¬permasalahkan sikap Rizal Mal¬larangeng. Rizal itu merusak citra SBY, mungkin karena itu SBY-Boe¬dio¬no jadi yang paling banyak mem¬be¬rikan penjelasan,” ditimpa pula oleh wakil ketua umum Partai Demokrat Achmad Mubarok yang mengatakan “SBY-Boediono se¬dikit sekali menyerang. Yang paling banyak itu justru datang dari tim suksesnya “ ( rakyat merdeka 30 juni 2009)

Berdasarkan riset 1.689 berita dalam kurun 1 Juni hingga 22 Juni 2009 dari delapan koran terbitan Jakarta dan tiga media online, SBY-Boediono mendapat serangan kampanye negatif sebanyak 163 kali dan menyerang 128 kali, sedangkan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) 89 kali menyerang dan diserang, serta Megawati-Prabowo (Mega-Pro) menyerang sebanyak 78 kali dan diserang 67 kali. (inilah.com 29 juni 2009)

Apabila benar FOX INDONESIA “hanya” sebagai humas, kalau toh benar menjadi sangat wajar bila keberadaanya ditinjau kembali karena menurunkan elektabilitas SBY . FOX INDONESIA karena tidak bisa mengelola dengan baik potensi potensi penduung untuk mebangun soliditas jaringan, maka sepantasnya SBY meninjau ulang keberadaan “humas” dan “timnas”.