Dalam sebuah acara di tempat lahir Susilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Ketua Umum Partai Demokrat menyampaikan sebuah sanjungan yang bias bermakna sebuah ancaman yang santun.

“Insya Allah pak SBY akan berahir dengan khusnul khotimah,” ujar Anas saat menghadiri acara di Desa Bangun Sari, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Sabtu (14/7/2012).

Dengan alasan kepemimpinan SBY sebagai presiden selalu mengutamakan program-pragram kerakyatan, maka Anas menilai selayaknya masyarakat mendoakan SBY mengakhiri kepemimpinannya dengan baik.

Melihat keberadaan Anas yang sedang disoroti diduga terlibat dalam kasus Hambalang dan lontaran Ketua Dewan Pembina agar kader yang terlibat dalam korupsi diminta mundur daripada memalukan seluruh kader beberapa waktu lalu saat memberi sambutan pada acara “Silaturahim Para Tokoh Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat” di Jakarta,sebulan lalu (13/6), maka layaklah bila pernyataan Anas terhadap kepemimpinan SBY hanyalah sebuah sinyal ancaman.

Ancaman yang dimaksud adalah apabila SBY ingin mati atau menyelesaikan kepemimpinan dengan baik tanpa tergulingkan seperti para presiden sebelumnya, maka jangan berani berani mengganggu keberadaan ketua umum partai terbesar Indonesia saat ini yaitu Anas Urbaningrum.

Ada penawaran Anas kepada SBY adalah menjadi presiden pertama di Indonesia yang menyelesaikan masa jabatan dengan baik, khusnul khatimah. “Kalau SBY khusnul khatimah, ini akan menjadi presiden yang pertama. Sebab, selama ini presiden indonesia belum ada yang khusnul khotimah,” ungkapnya.

Uji nyali bagi SBY atas tantangan Anas, dimana pernyataan menyanjung yang berisi ancaman dikumandangkan di tanah kelahiran SBY, bukan ditempat lain. Artinya Anas telah mengundang perang dan menawarkan perlindungan pada SBY di tanah kelahiran SBY.

Alam yang akan membuktikan, siapa yang harus kalah, sapa salah bakale seleh kita tunggu saja babak lanjutan perang ketua umum dengan ketua dewan Pembina Partai Mercy Indonesia..

Pin It on Pinterest

Share This