SEMARANG – Sosok calon wakil gubernur (cawagub) yang digandeng dinilaiakan menjadi faktor penentu kemenangan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2013.

Hingga saat ini belum ada calon gubernur (cagub) yang memiliki elektabilitas cukup tinggi. Direktur Lembaga Pengkajian Survei Indonesia (LPSI) Jateng Muchamad Yuliyanto mengatakan, pihaknya baru saja melakukan survei tingkat elektabilitas cagub-cawagub yang dimungkinkan bertarung pada Pilgub Jateng 2013. Survei dilakukan terhadap 3.000 responden di 35 kabupaten/kota.

Sampel yang digunakan adalah masyarakat dengan latar belakang profesi berbeda. Berdasar survei tersebut, kendati popularitas Bibit Waluyo cukup tinggi mencapai 65%. Namun kondisi itu ternyata tidak diimbangi dengan elektabilitas yang baik. Tingkat keterpilihannya kurang dari 35%.Padahal,jika popularitas mencapai 65% elektabilitasnya bias mencapai 35–40%. Di sisi lain, elektabilitas Rustriningsih juga masih sangat rendah, belum mencapai 20%.

Yang perlu diwaspadai, tingkat keterpilihan Rustriningsih terus meningkat.Pada awal 2012,elektabilitas mantan Bupati Kebumen itu hanya 5%. Dari survei tersebut, maka sosok cawagub menjadi faktor penentu kemenangan.“Mampukah parpol Jateng memanfaatkan peluang ini,”kata Yuliyanto dalam seminar “Menakar Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pilgub 2013” di Santika Premiere Hotel Semarang, kemarin.

Seminar ini diselenggarakan oleh Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Jawa Tengah. Sekretaris Daerah Jateng Hadi Prabowo juga disebut memiliki kualifikasi sebagai cagub dan cawagub Jateng 2013. Namun,menurut Yuliyanto,paling rasional masuk sebagai cawagub dahulu karena elektabilitasnya belum mencapai 1%. Sejumlah pimpinan partai politik hadir dalam acara itu, antara lain Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih,Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori,Ketua DPW PPP Jateng Arif Mudatsir Mandan, maupun Ketua DPD Partai Hanura Jateng Djoko Besariman.

Beberapa tokoh yang mendaftar di PDI Perjuangan juga mengikuti acara itu. Mereka yang datang,antara lain Rustriningsih yang juga wakil gubernur Jateng, Sapta Mahendra, Kapendi, Surjokotjo, serta Riyanta. Tak ketinggalan mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, turut memberikan masukan mengenai calon pemimpin provinsi ini di masa mendatang. Kehadiran Rustri dalam acara itu sempat membuat acara sedikit kaku.

Hal ini tak lepas dari jarangnya Rustri mengikuti acara, utamanya berkaitan dengan politik bersama Bibit Waluyo. Rustri datang setelah Gubernur Bibit Waluyo selesai menyampaikan pidato kunci. Awalnya Rustri diminta duduk satu meja dengan Bibit.Namun beberapa saat kemudian, Rustri pindah meja. Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih memohon doa restu kepada masyarakat Jateng untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur.

“Insya Allah saya akan maju pilgub,”kata Rustri. Sementara itu, Gubernur Jateng Bibit Waluyo dalam sambutannya menyatakan persoalan yang harus diselesaikan di Jateng adalah kemiskinan, lapangan kerja, dan lainnya. Pemimpin Jateng harus pinter, kober, bener dan pener. Kalau tidak,maka akan sulit memimpin Jateng.“Sosok gubernur ke depan harus lebih baik dari Bibit Waluyo,”ujarnya.  (sindo)

Pin It on Pinterest

Share This