Membengkaknya dana talangan kepada Bank Century melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus menjadi sorotan. Pada awalnya dana yang sedianya untuk century hanya sebesar Rp 1,7 triliun ternyata membengkak menjadi Rp 6,7 triliun. Langkah ini sangat berbeda dengan kasus beberapa bank lain yang mendapat masalah kesulitan likuiditas. Perbedaan yang mencolok dialami nasabah bank Global yang sampai  senin (7/9) lalu masih  mempertanyakan nasib dana simpanan mereka  yang belum dikembalikan oleh pemerintah melalui Program penjaminan pemerintah

Akibat perbedaan penanganan bantuan likuiditas yang dilakukan oleh pemerintah dan Bank Indonesia tersebut, maka masyarakat terus melontarkan kritikannya

Anggota Komisi XI DPR Natsir Mansyur, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu, (6/9) menjelaskan :

  • 23 november 2008 dikucurkan dana Rp 2,776 triliun BI untuk CAR delapan persen dibutuhkan Rp 2,655 triliun, dalam peraturan LPS dapat menambahkan modal sehingga CAR 10 persen yaitu Rp 2,776 triliun.
  • 5 desember 2008 dikucurkan Rp 2,201 triliun untuk memenuhi ketentuan tingkat kesehatan bank.
  • 3 Februari 2009 sebesar Rp 1,155 triliun untuk menutup kebutuhan CAR berdasarkan hasil assessmen BI atas perhitungan Direksi Bank Century.
  • 21 Juli 2009, ditambahkan lagi Rp 0,63 triliun untuk menutup kebutuhan CAR berdasarkan hasil assessemen BI atas hasil audit kantor akuntan publik.

Kondisi Bank Century sampai akhir tahun 2008 mestinya dapat dikatakan gagal namun masih tetap diberi tambahan oleh Bank Indonesia. Pertanyataan besar yang harus dijawab oleh tiga pihak yaitu. (1) Gubernur BI, (2) Menteri Keuangan dan (3) Lembaga Penjamin Simpanan.

Mereka Masih Bisa Menjawab

Pjs. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan, salah satu alasan Bank Century menjadi istimewa karena jika dibiarkan mati akan ada 23 bank lain ikut kena dampaknya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa pemerintah mempunyai kepentingan untuk menyelamatkan Bank Century pada saat kondisi perbankan Indonesia dan dunia mengalami tekanan akibat krisis ekonomi global.

“Paling tidak dalam lima tahun mendatang, bila dikelola dengan manajemen yang baik, Bank Century ada potensi untuk dijual,” ujar Sri Mulyani yang juga Ketua Komite Stabilisasi Sektor Keuangan (KSSK) di London, Jumat malam. (4/9)

Menkeu tidak melihat kucuran dana pemerintah itu akan bertambah seperti yang dikuatirkan banyak orang, karena kondisi Bank Century saat ini sudah mulai membaik.

Ia berharap, opini dan komentar yang meluas di masyarakat tidak membuat Bank Century mendapat tekanan baru.

Sebenarnyalah sebuah keputusan pengucuran talangan dana pada bank adalah tepat dengan alasan ;:

  1. Menghindari sentimen negatif pasar akan masa depan ekonomi Indonesia.
  2. Menghindari self fulfilling crises. Artinya krisis terjadi karena didorong oleh ekspektasi negatif para pelaku ekonomi di tengah fundamental ekonomi yang kuat. Krisis ini pernah terjadi di Mexico tahun 1994 dan Venezuela 1993.
  3. Mencegah efek penularan secara sistemik dalam bentuk pengalihan dan penarikan dana berlebihan serta mencegah terjadinya pelarian modal, dan terakhir,
  4. Menjaga eksistensi dan kredibilitas Bank Indonesia sebagai the lender of the last resort yang tidak hanya mengawasi perbankan namun juga menjamin stabilitas pada sistem perbankan.

Spekulasi yang berkembang

Haruskah sebesar itu untuk Bank Century, adalah pertanyaan yang harud dijelaskan oleh pemerintah. Presiden sebagai kepala pemerintah harus memberikan penjelasan dengan lugas transparan, mengingat keadaan ini sudah mengarah pada “politisasi” peristiwa ekonomi.

Pernyataan Wakil Presiden soal bank Century tinggal tunggu meletusnya saja karena merupakan kasus penggelapan uang.

Informasi yang berkembang bahwa para deposan besar Bank Century memperoleh bunga lebih besar dibandingkan nasabah lain, sera disinyalir mereka adalah donatur salah satu partai pemenang pemilu. Secara terpisah Partai Keadilan Sejahtera mengaku juga telah mengantongi nama-nama deposan kelas besar Century. Namun, mereka belum akan mengumumkan na­ma-nama tersebut dalam waktu dekat. “Kita tunggu dulu hasil audit BPK, baru kemudian kami buka,” ujar Andi Rahmatdan dari PKS

Tentang Budi Sampoerna dan Century

Nama deposan besar yang telah muncul dipermukaan adalah Penerus keluarga Sampoerna, Budi Sampoerna yang kabarnya menyimpan dana sebesar Rp 2 triliun di Bank Century dalam bentuk deposito sejak tahun 1998. Dalam berita Acara sidang perkara penggelapan dana senilai Rp 400 miliar milik nasabah Bank Century di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (10/8) terungkap pada tahun 2006 uang budi sampoerna diinvestasikan dalam bentuk reksadana ADS. Budi Sampoerna tertarik untuk membeli produk reksadana yang dikeluarkan PT Antaboga Delta Sekuritas (ADS). setelah ditawari oleh Lila Gondukusumo dan Siti Aminah (salah satu kepala cabang Bank Century), bahwa bunganya mencapai 15 persen atau jauh lebih tinggi dari Bank Century,”

Robert Tantular, The Master

PT ADS dimiliki oleh Robert Tantular yang juga merupakan Pemegang saham Bank Century adalah sebuah kenyataan yang menarik. Jadi drama Century dimainkan dengan cantik oleh pemeran utama Robert Tantular.

Penyelamatan Bank yang dimiliki oleh Robert Tantular yang mengelabui nasabah Century untuk mengalihakan dana dalam bentuk reksadana pada PT ADS yang juga dimilikinya,  mungkinkah sebuah ketidaktahuan atau ketidakperdulian otoritas keuangan.

JK, PKS, SBY dan Boediono berterusteranglah..

Kita mesti sabar menunggu kerja BPK dan KPK dalam mengungkapkan peristiwa Century, adakah tindakan korupsi yang tertata rapi atau ada pejabat negara yang salah dalam melaksanakan tugas dan wewenang.

Untuk para politisi, tidak perlu mengumbar cerita, apabila ada data yang dapat membantu menyelesaikan peristiwa century  ungkapkanlah,  Pak JK yang Golkar dan Mas Andy yang PKS bantulah rakyat dengan cara yang tepat.

Untuk pak SBY dan pak Boediono, Presiden dan Wakil Presiden Terpilih sudah saatnya memberikan penjelasan sejelas jelasnya seputar penyelamatan Century sebelum pelantikan 20 Oktober mendatang. Jangan beri kesempatan untuk masyarakat bingung dan berpikir bahwa benar ada konspirasi pembobolan uang Negara oleh Robert Tantular sepengetahuan Presiden dan Gubernur BI saat itu.

Janganlah setiap peristiwa dipolitisir… janganlah jadi pendiam saat harus bicara