Lalai sejarah ibarat melangkah dan bertindah tanpa tahu arah dan tujuan. Inilah yang terjadi dengan Indonesia hasil Reformasi. Bahkan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa pun telah disejajarkan menjadi salah satu dari empat Pilar Kebangsaan.Reformasi telah membawa perubahan hingga ingkar pada Pancasila, sebagai Ideologi, Pandangan Hidup, dan Dasar negara dalam tatanan sistem politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan

Demokrasi politik Indonesia kini telah mengarah pada “tidak ada permusyawaratan perwakilan” sehingga yang terjadi suara terbanyak lah yang memimpin.

Demokrasi ekonomi kita sudah tidak ada lagi “keadilan sosial”, sehingga yang paling efisien dan berkekuatan modal lah yang akan berkuasa.

Demokrasi sosial kemasyarakatan kita tidak lagi “ketuhanan, kemanusiaan & kebangsaan”, sehingga atas dasar agama bukan ketuhanan bisa bertindak sekehendak agamanya dengan melanggar norma kemanusiaan dan kebangsaan.

Dalam istilah jawa dikenal “Asu gede menang kerahe”  ( Anjing Besar Selalu Menang Perkelahian ) dan inilah yang sekarang terjadi demokrasi liberal kapitalistik, siapa yang punya kapital, pengikut paling kuat akan menjadi penguasa yang kemudian menginjak injak.

Saatnya kita kembalikan “Indonesia Sesuai Cita Cita Proklamasi”.. “Saatnya Indonesia untuk Indonesia”.. “Saatnya RESTART INDONESIA”

Menggagas :  RestartIndonesia