Ingin Pemilu 2014 menjadi Pemilu yang LUAR BIASA ?

Pemilu adalah sarana partisipasi warga negara dalam berpolitik dengan cara memberikan dukungan pada partai politik peserta pemilu. menjadikan semakin sempurnalah hak politik masyarakat dalam berdemokrasi. Pemilihan umum yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 9 April 2014, dijalankan dengan beberapa catatan luar biasa :

    • Sejak pemilu 2009, rakyat dianggap sudah cukup cerdas dalam memlih sehingga dilakukan cara contreng bukan lagi mencoblos
    • Sejak pemilu 2009, penetapan keterwakilan caleg perempuan 30% dari jumlah caleh yang diajukan oleh partai pada tiap dapil
    • Sejak pemilu 2009, penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak berdasar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi UU No 10 Tahun 2008 tentang pemilu.
    • Adanya Fatwa MUI mengenai pemilu yaitu diharamkannya GOLPUT

Harapan Partispasi Politik sebuah kenicayaan

Dalam berpolitik, negara mengharapkan sikap partisipasi politik seorang individu/kelompok untuk melakukan hak dan kewajibannya. Partisipasi politik yang dimaksud adalah:

    • Mengikuti pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat dan atau pemimpin
    • Mengikuti, menjadi simpatisan, atau menjadi anggota suatu partai politik
    • Mengkritik atau menurunkan para pelaku politik yang mengecewaka

Berpolitik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles), sehingga sudah selayaknyalah warganegara berpartisipasi dalam politik. Dalam partisipasi akan menjadi tepat. Sasaran bila kita mengetahui seluk beluk tentang partai politik dan pejabat politik.

Partai Politik Mengecewakan adalah sebuah kenyataan

Sejak runtuhnya rezim Orde Baru, kita telah memperoleh kebebasan dalam berpendapat, bersikap, dan bertindak, bahkan Indonesia dianggap sebagai negara paling demokratis. Tetapi yang terjadi hanya demokrasi pilih – memilih dan belum menghasilkan tanpa peningkatan kecerdasan memilih.

Pemilu, pilpres, dan pilkada hasilnya belum menyentuh kebutuhan rakyat karena hanya dinikmati oleh lingkaran para pelaku dan kelompok-kelompok yang terlibat dalam proses pilih-memilih.

Sejak bergulirnya era reformasi, semua parpol dan semua komponen bangsa Indonesia saling berlomba menyatakan tekadnya untuk melakukan perbaikan. Mereka akan mempertahankan NKRI, mensejahterakan rakyat, memandirikan bangsa serta mengawal Indonesia menuju kejayaannya. Akan tetapi apakah benar mereka seperti janji janjinya, sementara kita lihat beberapa perilaku pejabat politik menunjukkan sikap sikap kurang tepat, misalnya :

    • Terungkapnya beberapa hal yang menunjukkan moralitas anggota dewan yang bobrok ( mis : skandal seks, sampah komdon, foto mesum, kunjungan kerja ke luar negeri dll )
    • Tertangkap tangan Korupsi, sementara semangat Reformasi adalah pemberantasan KKN ( Korupsi Kolusi dan Nepotisme )
    • Rakus Jabatan, banyaknya anggota dewan dan pejabat politik lain yang merangkap pengurus partai

Hak yang mengecewakan lainnya adalah sikap dari partai politik dan elit partainya semisal :

    • Partai hanya membuat sensasi (Menyatakan anti korupsi tapi kadernya melakukan korupsi, Siap menjadikan kader suara terbanyak menjadi caleg terpilih tetapi dalam penyusunan caleg bukan berdasarkan abjad, beriklan besar besaran tapi laporan dana kampanye tidak besar )
    • Elit partai saling serang ( saling memperolok, saling merendahkan, saling mengklaim dan mengkoreksi )
    • Elit partai memainkan dagelan Politik ( koalisi tanpa konsepsi ideologi, silaturahmi basa basi, bangunan kelompok, blok atau poros tanpa prinsip kejuangan kebangsaan sekedar poros perjuangan kekuasaan )

GOLPUT tidak merubah apapun

Gerakan Golput ( Golongan Putih ) adalah gerakan tahun 70 an yang digagas oleh arief budiman untuk menandingi kekuatan Golkar ( Golongan Karya ) pada saat itu. Golput adalah bentuk perlawanan terhadap Golkar yang “cenderung memaksa” untuk setiap warga negara memilih Golkar bukan partai pada saat pemilu.

Dengan Iklim Reformasi saat ini fenomena golput lebih merupakan pelampiasan atas kekecewaan pada partai politik, elite patai maupn pejabat politik yang ternyata banyak melakukan kesalahan kebijakan yang cenderung tidak memihak rakyat.

Golput yang merupakan gerkan perlawan rakyat terhadap sistem politik dan pemerintahan, adalah gerakan tidak datang ke TPS, tidak memberikan dukungan politik atau tegasnya tidak memilih dalam pemilu.

Golput perlu dilihat dari tindakan warga negara yang sadar politik, akan tetapi golput ini tidak merubah apapun dalam politik. Dengan tidak memilih maka berarti memberikan persetujuan pada mereka yang memilih, Golput dalam perhitungan suara diartikan abstain sehingga Golput tidak akan merubah apapun.

“MENCOBA” MENCOntreng BAwah, untuk Indonesia Berubah

Gagasan Baru, “MENCOBA” – MENCOntreng BAwah adalah sebuah bentuk perlawanan rakyat yang dapat dilihat secara langsung hasilnya.

Dengan Keputusan MK tentang penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak, maka dapat dipastikan Partai akan menerima “SHOCK” apabila pada kenyataanya caleg yang ditetapkan sebagai caleg terpilih adalah caleg dengan nomor urut bawah karena merekalah yang dipilih rakyat. Shock ini terjadi pada elite partai dan struktural partai dengan beberapa kenyataan sebagai berikut :

    • Elite Partai Tidak Terpilih , karena penetapan No Urut yang dilakukan oleh partai adalah berdasar pada penilaian kerja kader terhadap partai.
    • Caleg Kaya Tidak Dipilih, karena penetapan No Urut yang dilakukan partai “mungkin” berdasar pada penghargaan calon yang memberikan “setoran dana kampanye” pada partai.
    • Anggota Legislatif 2014 -2019 adalah orang baru, karena tidak dikandidatkan partai dan cenderung pemberian penghargaan no urut pada “jasa” terhadap partai maka besar kemungkinan caleg no urut bawah adalah mereka yang tidak diperhitungkan oleh partai.
    • Caleg no bawah loyalitas pada partai rendah, karena ditetapkan di no bawah dapat diartikan mereka adalah caleg yang tidak diperhitungkan maka apabila menjadi jadi mereka akan menjadi lebih loyal pada rakyat daripada loyal terhadap partai yang telah “tidak memperhitungkan” dirinya.

PARTAI HARUS BERUBAH

Dengan kemenangan gerakan “COBA” maka kita akan mampu memberikan pembelajaran pada partai dan elite politik. Pemberlajaran yang mampu diberikan adalah :

    • Elite Partai Harus berkonsentrasi membesarkan partai, mereka harus mulai berpikir partai bukan kendaraan politik pribadi menuju kekuasaan ( legislatif)
    • Partai adalah lembaga pengkaderan sehingga obyektifitas penilaian terhadap kader harus dilakukan, bukan sekedar menilai kualitas kader dari kedekatan pada “pemilik partai”
    • Partai kedepan harus mulai berpikir, Elite Politik harus memilih salah satu diantara : sebagai Anggota Legistatif, Elte Partai atau Pejabat Publik. Perangkapan jabatan antara Pejabat Politik dengan Pejabat Partai, membuat sistem politik Bangsa porak poranda karena konflik kepentingan pada diri kader partai.

Saatnya GOLPUT “MENCOBA”, melahirkan “SUPER”

Saatnya sadar berpolitik, saatnya melakukan perlawanan terhadap hegemoni partai politik, saatnya memikirkan mengambil sikap yang baru. Saatnya batalkan pemikiran untuk GOLPUT, datang dan partisipasilah dalam PEMILU, Kamis 9 April 2014.

    • Datang dan memilih lah Calon Legislatif yang anda kenal dengan baik, bila tidak anda remukan;
    • Datang dan memilih lah partai apapun yang paling baik menurut kita dan MENCOblos nomor caleg paling Bawah.
    • Kemenangan gerakan “MENCOBA” yang didukung oleh pemikir GOLPUT akan melahirkan Semangat Untuk PERubahan ( SUPER )
    • Anggota Dewan Berganti Wajah, Indonesia Insyaallah Berubah. Pemilih SUPER untuk Indonesia SUPER (SUka PERubahan)

Pin It on Pinterest

Share This