Semangat Indonesia untuk Indonesia dan semangat daerah menguatkan Indonesia adalah semangat awal ketika mencoba mengagas sebuah pemikiran untuk Pengelola Nama Domain Indonesia ( PANDI ).

Teknologi informasi yang semakin murah dan mudah di Indonesia janganlah hanya menjadi alat pihak pihak lain untuk “menguasai” Indonesia dan pihak tersebut adalah pihak di luar Indonesia.

Ketika Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang telah meluncurkan SNI 7657-2010 tentang singkatan nama kota yang didalamnya terdapat 497 nama kota dan kabupaten yang telah dibuat singkatan nama berdasarkan standar nasional, maka akan menjadi sebuah terobosan dan langkah kongkrit PANDI ikut memajukan daerah dengan mengembangan Second Level Domain Indonesia ( SLD ID) dengan mengikuti standar tersebut.

Nama DOMAIN

Dalam Undang Undang No 11 Tahun 2008 Tentang INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK pasal 1 angka (20) menyebutkan “Nama Domain adalah alamat internet penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat, yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet, yang berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.”

Nama Domain adalah alamat internet penyelenggara negara, Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat, yang dapat digunakan dalam berkomunikasi melalui internet, yang berupa kode atau susunan karakter yang bersifat unik untuk menunjukkan lokasi tertentu dalam internet.

ID adalah Negara Indonesia

ID adalah sebuah standar ISO yang mendefinisikan kode internasional: kode ini merupakan bagian dari ISO 3166-2 yang ditujukan kepada negara Indonesia. Ini artinya bahwa dalam “pergaulan” internasional baik di dunia maya atau di dunia nyata adminrtratif dan geografis, dengan menyebut ID berarti Negara Indonesia.

Saat ini untuk Indonesia, kode ISO 3166-2 yang ditetapkan untuk dua tingkat sub-bagian:

  • • 7 unit geografis (yang merupakan pulau-pulau besar atau kelompok pulau)
  • • 1 provinsi otonom, 30 provinsi, 1 daerah khusus ibukota, dan 1 daerah istimewa

Negara Indonesia yang dalam hal ini memiliki daerah tingkat II dibawah Provinsi, maka Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah meluncurkan singkatan nama kota di seluruh Indonesia menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI). Singkatan nama kota mengikuti standar yang ditetapkan sebelumnya telah dilakukan di seluruh dunia.

Singkatan nama kota dan daerah tingkat II tersebut dimaktup dalam SNI 7657-2010 yang terdapat 497 kota dan kabupaten telah dibuat singkatan nama berdasarkan standar nasional tersebut dengan mengikuti standar yang ditetapkan sebelumnya telah dilakukan di seluruh dunia

Pengakuan Daerah Terendah di Indonesia

Dalam UUD 1945 tentang Pemerintah Daerah, pasal 18 ayat (1) menyebutkan : Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah¬daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang¬undang.

Hal ini mengandung arti bahwa pada tingkat pemerintah hanya diakusi sampai pada tingkat Kabupaten Kota dan oleh karenanya menyangkut pengaturan kewilayah hanya akan dikenal tingkat kabupaten dan kota.

BSN meluncurkan SNI 7657-2010 dengan pertimbangan adanya penyeragaman untuk memudahkan pencantuman nama kota mengingat selama ini beberapa instansi seperti Kemendagri, Kemenhub, PT Telkom, PT Pos Indonesia, dan Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan singkatan nama kota yang berbeda-beda.

Sangat mungkin, akan menjadi lebih baik dan menarik jika penamaan Domain juga menggunakan SNI 7657-2010 untuk identitas kedaerahan di Indonesia.

Ketika Kemendari telah menyetujui agar SNI singkatan nama kota ini dan akan melakukan sosialisasi ke seluruh daerah, maka menjadi gayung bersambut yang luar biasa untuk pembangunan indentitas seragam daerah daerah di Indonesia.

Hal lain adalah, singkatan nama kota yang ditetapkan BSN tersebut mengikuti standar yang ditetapkan sebelumnya telah dilakukan di seluruh dunia.

Penyeragaman Istilah

Perlu dikembangkan sistem penamaan Domain yang memudahkan pengguna internet mengidentifikasi informasi awal dari nama domain,

Penggunaan singkatan nama kota (tiga digit) dengan standar yang ditetapkan BSN telah dilakukan di seluruh dunia akan memudahkan pencari alamat domain di Indonesia, setidaknya mengenali informasi keberadaan lokasi domisili nyata alamat geografis.

Nama penyelenggara Negara (termasuk desa), Orang, Badan Usaha, dan/atau masyarakat yang memiliki hak alamat domain tidak sepenuhnya berkepentingan dan atau sasaran kepentingan di tingkat global / nasional

Banyaknya nama yang sama atas penyelenggara Negara (nama desa), Orang, Badan Usaha (cv, ud, koperasi), dan/atau masyarakat (organisasi, yayasan, sekolah, komunitas) yang sementara ini kemudian diberi hak pada siapa yang mendaftar lebih dahulu perlu dilakukan terobosan untuk menyelesaikan

TIGA DIGIT, Indentitas Daerah Sebuah Jawaban

PANDI mengembangkan alamat second domain sesuai singkatan nama kota di Indonesia sesuai SNI 7657-2010 adalah sebuah kebijakan yang sangat mungkin bijaksana.

Mengapa bijaksana, karena mengikuti sebuah kesepakatan standarisasi yang akan dan telah diakui oleh banyak pihak.

Mengapa bijaksana, karena memberikan ruang kepada daerah untuk lebih mengembangkan potensi daerah dan mengenalkan pada dunia global melalui saran internet.

Mengapa bijaksana, karena dengan memberikan SLD daerah maka segenap potensi local bisa berkembang dengan indetitas kedaerahnya.

Mengapa bijaksana, karena akan semakin terbuka kesempatan pada para pengembang dan pengelola web tidak saling berebut domain, serta memiliki “nilai lebih” saat menawarkan pembuatan website dengan lokalitas usaha dan institusi.

Tetap memberi second domain untuk alamat standart Internasioanl. Misal COM menjadi CO.ID, GOV menjadi GO.ID, ORG menjadi OR.ID, MIL menjadi MIL.ID, NET menjadi NET.ID dan yang lainnya

Saatnya kita bersama membangun semangat bersama dalam kebersamaan, saatnya Indonesia mengembangkan potensi daerah sebagai penghargaan atas kejuangan daerah daerah di 1908. Berjuang dalam kebersamaan dalam Indonesia.

Pin It on Pinterest

Share This