Pangreh  digambarkan sebagai sosok yang kuat, tinggi besar dengan gambaran penguasa yang sangat ideal. Wawasannya luas, pemikirannya cerdas, tidak ada yang kuasa mengalahkan argumentasinya. Pangreh  adalah sosok penakluk dengan tampilan fisikdan intelektual yang meyakinkan, Pangreh mengarahkan,memerintah, dan mengomando. Pangreh adalah tukangngereh, tukang memerintah, tukang menyuruh, tukang mengomando.

Pamong digambarkan sebagai sosok yang kuat tetapi tidak punya potongan sebagai penguasa. Pamong  tidak bernafsu memenangkan adu argumentasi, dia lebih suka mengalah ketika berdebat. Pamong lebih suka ngemong,mengemban tugas, mengasuh, melayani. Tidak heran karena Pamong memang tukang ngemong,tukang mengasuh, dan tukang melayani. Pamongbertindak dengan lebih mementingkan Ngayomi,Ngayemi, Ngayahi dan Ngayani. (melindungi, membahagiakan, membantu dan mensejahterakan)

Pangreh atau Pamong adalah pilihan sikap dariseorang pemimpin / kesatria / penguasa / pengusaha,

Pemimpin / kesatria / penguasa / pengusahamembutuhkan Perangkat. Perangkat adalah alat, perlengkapan pendukung atau alat pendukung sukses sebuah pekerjaan atau tugas. Perangkat  tidak diperlukan kemampuan berpikir yang kuat kecuali mampu menjadi pendukung sukses kerja dari para Penguasa / Pemerintah / Pengusaha (pemberi perintah).

Perangkat dapat diindentikan dengan pekerja yang harustunduk dan patuh pada Pemberi Perintah, Perangkatdiberi penghargaan atas prestasi kerja dan diberi hukuman atas ketidak-mampuan bekerja. Selayaknya alat, maka perangkat bila dianggap tidak lagi mampu berfungsi dengan baik akan diistirahatkan dibebas-tugaskan atau bahkan dibuang.

Sebuah renungan untuk penggunaan kata perangkat dalam DESA, kenapa tidak menggunakan istilah Pamong Desa selayaknya Pamong Pradja.

Pin It on Pinterest

Share This