Dalam mengembangan organisasi, perlu dipahami bersama ada perbedaan pengorganisasian  &  pembentukan organisasi. Pengorganisasian dimulai dari upaya – upaya pengembangan kesadaran, gagasan dan upaya kolektif untuk menuai dukungan anggota dalam memperjuangkan visi dan misi Organisasi. Jadi pengorganiasasian adalah memperjuangkan kepentingan anggota dalam menyelesaikan masalahnya.

Pengorganisasian HARUS   DARI  BAWAH . Sedang pembentukan organisasi hanya sekedar upaya untuk mengumpulkan beberapa individu ke dalam suatu kelompok / organisasi.

Kita tidak dapat mengharapkan dengan serta merta partisipasi anggota yang besardalam seuah pengorganisasian. Dalam partisipasi anggota dikenal adanya perkembangan Kesadaran Kolektif  yaitu

  1. Apatis, dalam tahap ini mereka yang sebenarnya masuk dalam komunitas merasa “tak ada masalah’ dan ‘tidak peduli’ atas masalah yang dihadapi
  2. Bergantung pada Organisasi, artinya anggota dalam tahap ini  menyadari ‘ada masalah tetapi merasa tak dapat mengatasinya’ pada akhirnya hanya meyakini ’setiap masalah pasti akan selesai’
  3. Partisipan, dalam tahapan ini mereka menyadari ‘ada masalah dan menyadari menjadi bagian dari pemecahan masalah itu’ pada akhirnya tumbuh kesadaran untuk bekerjasama dan meyakini  ‘hidup harus  berusaha’ meski belum mampu menyelesaikan masalah.
  4. Aktualisasi Diri, dalam tahapan ini, mereka adalah yang mampu berpikir kritis dimana menyadari ‘mereka harus peduli dan dengan bekerjasama dengan orang lain dan  mendukung upaya perbaikan’. Mereka meyakini perlu mengambil peran dalam organisasi dan meyakini  ‘hidup penuh misteri’ sehingga setiap usaha harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah dan siap menjadi pelopor bukan sekedar pengekor..

Dalam Pengorganisasian dikenal prinsip bahwa Seseorang mau berkelompok atau bersedia bergabung dalam suatu organisasi, jika yakin dan percaya bahwa : (1) Kepentingan pribadinya sama kepentingan kepentingan organisasi, (2) Kepentingan pribadi tersebut akan lebih cepat tercapai jika diupayakan bersama (secara berkelompok / organisasi). Oleh karenanya syarat penting dalam pengorganisasian adalah (1) Adanya kepentingan bersama (collective interest) yang ingin diperjuangkan, (2) Kepentingan bersama harus dirumuskan secara partisipatif ( participatory problems / targets analysis), (3) Selalu terbuka peluang untuk mereorientasi tujuan organisasi jika sudah tidak sesuai lagi dengan tujuan pribadi anggota. Dan (4) Pemimpin / organisator bertugas memelihara minat para anggota agar tetap bekerjasama aktif, mengambil tanggungjawab dan memberi kontribusi.

Agar organisasi selalu tumbuh dan berkembang, maka harus selalu dikembangkan (1) Persepsi Optimistis, (2) Saling percaya ( mau berbagi risiko dan partisipasi potensi ), (3) Disiplin ( taat secara swakarsa terhadap aturan / norma & Peran / tugas Organisasi, dan (4) Percaya diri & memiliki jatidiri positif.

Etika dalam berorganisasi

Untuk berjalanya sebuah organisasi yang rapi dan tumbuh menjadi organisasi yang besar maka perlu kesepahaman beberapa aturan baik ditulis maupun tidak untuk dipegang bersama sebagai sebuah etika dalam berorganiasai. Etika keanggotaan dalam organisasi yang dapat dikembangkan antara lain (1) Menjaga nama baik organisasi, (2) Di dalam kepengurusan tidak dibenarkan melakukan rangkap jabatan dalam organisasi. (3) Wajib mengundurkan diri dari jabatan organisasi  bila terlibat tindakan melawan hukum, norma agama dan norma kemasyarakatan.

Selain etika keanggotaan, dapat pula dikembangkan etika keorganisasian, antara lain (1) Pengaturan siapa yang berhak atas penyebarluasan Informasi, (2) Penggunaan Logo dan atau Nama PPDI dalam media informasi, jejaring sosial dan atau media massa, (3) Pengaturan keuangan organisasi yang diharuskan melalui rekening atas nama organisasi.

Demikian saran masukan saya untuk pengembangan dan pengorganisasian PPDI ke depan. Saya percaya PPDI akan menjadi organisasi yang besar, oleh karenya sedari sekarang berlakulah selayaknya organisasi yang besar.

( Disampaikan di  RAPIMNAS PPDI Wonogiri, 6 – 7 Nopember 2010 )