Sebuah petuah cerita luar biasa saya dapatkan semalam, sebuah cara hidup petani yang mungkin oleh beberapa teman dsibeut marhaen.

Dalam pandangan saya, sering saya meyampaikan dalam obrolan dengan teman teman adalah bagaimana kita butuh pemimpin yang berjiwa petani bukan pedagang. Petani harus bersahabat dengan alam, harus menikmati dan menjaga sikap dalam berproses hingga akhirnya butuh waktu untuk kemudian memanen. Beda dengan pedagang yang selalu berpikir apa yang bisa dibeli hari ini dan bisa dijual secepatnya dengan untuk besar dan langsung dinikmati (instan).

Pandangan baru saya dapatkan semalam yaitu bagaimana kita melihat petani kerbau dan sawahnya. Perumpamaan yang luar biasa adalah ketika disampaikan oelh seorang yang saya sebur sebagai guru dalam obrolan tentang keadaan carut marut republik sang “guru” ini menyampaikan :

“Kamu lihat saat petani bekerja bersama kerbaunya, disawah tempat dibajak pasti ada rumput, dan saat bekerja si kerbau sering terlihat sambil berjalan memakan rumput yang ada atau bahkan terhensi sejenak sehingga petani harus mencambuknya. Petani makan hanya saat istirahat. Itulah karakter. Apa yang kamu bayangkan ketika DPR yang tugasnya bersidang berdiskusi mencari solusi masih sempat lnonton video porno, makan, bahkan tidur. Dia pantasnya sebagai petani atau kerbau..?”

Terbersit dalam ingatan saat kecil dulu, memang ada kalanya kerbau yang ajak kerja pak tani, dimulutnya dipasang “bronjong”, ternyata itu maksudnya, biar konsentrasi kerja bukan sambil makan.

Pikiran liar saya adalah… KALO MEREKA YANG SUDAH DIUPAH OLEH RAKYAT UNTUKBEKERJA MEMPERJUANGKAN RAKYAT TERNYATA DALAM BEKERJA SESUKA SUKA, SAMBIL MAIN TAB, IPAD NONTON VIDEO PORNO, MAKAN LAHAP, DAN BAHKAN TIDUR SAAT BERSIDANG… apakah artinya tidak lebih dari kerbau di sawah yang sedang bekerja membantu petani….?

Indonesia tidak butuh kumpulan KERBAU, Indonesia butuh kumpulan PETANI yang tahu cara melindungi lahan, cara menanam, cara mengolah dan tahu cara bersahabat serta menjaga alam untuk mendapatkan hasil panen yang baik.

Salam  hormat untuk pak tani

Pin It on Pinterest

Share This