Jakarta – Relawan SBY mendesak agar Partai Demokrat (PD) memecat Jhonny Allen, petinggi PD yang namanya disebut dalam kasus suap proyek bandara/pelabuhan di Indonesia Timur dengan tersangka Hontjo Kurniawan, Abdul Hadi Djamal dan Darmawati.

Tujuan pemecatan itu agar kasus ini tidak digunakan dalam kampanye negatif oleh partai politik lainnya. PD diminta untuk bersikap tegas atas kasus dugaan suap proyek bandara dan dermaga di kawasan Indonesia Timur itu.

“Memang seharusnya Partai Demokrat harus mengambil sikap tegas dengan memecat atau menonaktifkan legislator yang disebut-sebut oleh tersangka korupsi Abdul Hadi Djamal menerima uang proyek pembangunan bandara dan dermaga di kawasan Indonesia Timur,” kata Sekretaris Relawan SBY Suryokoco di sela-sela diskusi di Jakarta Media Center (JMC), Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (11/30/2009).

Menurut Suryokoco, ketegasan sikap PD saat ini sangat diperlukan, sebab selama ini SBY sangat konsisten dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Kasus yang menimpa Jhonny Allen ini jangan sampai dibiarkan begitu saja, sehingga akan menjadi bahan kampanye negatif oleh lawan-lawan politik SBY.

Suryokoco melanjutkan, PD juga diminta untuk memfasilitasi atau memberikan bantuan hukum dalam menyikapi kasus dugaan suap proyek senilai Rp 100 miliar tersebut. “Biarkan saja legislator tersebut mencari kuasa hukum di luar partai. Jangan partai yang mengadvokasinya,” jelasnya.

Bila PD memberikan advokasi, lanjut Suryokoco, justru akan menambah kesan negatif terhadap parpol yang didirikan mantan Kepala Staf Sosial Politik (Kasospol) ABRI dan mantan Menko Polhukam itu. Keterlibatan PD dalam advokasi ini akan mengesankan bahwa partai menjadi bagian kasus yang sedang diperiksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Dijelaskan Suryokoco, pemecatan atau menonaktifan terhadap Johny Allen sangat beralasan, karena dia juga belum mengambil langkah dengan melaporkan tersangka yang membeberkan keterlibatannya.

Hontjo mengaku telah menyerahkan Rp 1 miliar ke Jhonny untuk mendapatkan proyek. Sedangkan Jhonny menyangkal hal itu. (zal/nrl / detiknews.com / 11/03/2009 )

Pin It on Pinterest

Share This