Mojokerto, Kompas – Sebanyak 52 anggota Dewan Pendiri Partai Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa Nusantara atau Parade Nusantara mendeklarasikan berdirinya partai itu di Stadion Gadjah Mada, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (3/4).

Deklarasi itu dihadiri sejumlah tokoh, seperti mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Ryamizard Ryacudu, Marwah Daud Ibrahim, dan KGPH Tejowulan.

Rangkaian deklarasi didahului doa bersama di makam Troloyo di Trowulan. Rombongan lalu berkonvoi sejauh sekitar 25 kilometer menuju Stadion Gadjah Mada di Mojokerto.

Secara simbolis, Dewan Pendiri Partai Parade Nusantara menyerahkan panji partai kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Parade Nusantara Sudir Santoso. Sudir menyampaikan pidato politiknya.

Sudir menegaskan, garis perjuangan partai itu adalah pemberdayaan masyarakat desa serta perlawanan terhadap kapitalisme dan praktik neokapitalisme. Ia juga menyatakan komitmennya untuk tidak duduk dalam daftar nama kader yang akan dicalonkan menjadi anggota legislatif atau eksekutif pada Pemilihan Umum 2009.

Partai Parade Nusantara berasal dari Parade Nusantara, organisasi kepala desa dan perangkat desa. Awalnya, Parade Nusantara menggelar sejumlah aksi di Jakarta menuntut alokasi dana desa, kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa, serta hak politik kepala desa.

Meski tuntutan itu dipenuhi, tak semua pemerintah daerah melaksanakan putusan tersebut. Dari kenyataan ini, Parade Nusantara bertekad menjelma menjadi partai politik.

Sekretaris Jenderal Partai Parade Nusantara Surjokotjo menyatakan, target partai itu dalam jangka pendek adalah mengembangkan jaringan di 33 provinsi, 80 persen kabupaten/kota, dan 60 persen di kecamatan. (las)

Catatanku : Hanya ada waktu delapan bulan menata organisasi… 4 desember 2007 di semarang… aku di “singkirkan” di semarang dari sekjen partai parade Nusantara…. dan genap satu tahun setelah deklarasi partai tidak lolos verifikasi hukum HAM…. aku sudah  tahu sejak seminggu sebelum pengumuman, kurang lima kecamatan …. saranku pun tak didengar… akhirnya…… PARTAI PARADE NUSANTARA TIDAK LOLOS BADAN HUKUM..