SMS 1

“Kita jangan mau dibebani oleh PPDI PUSAT, mari kita tolak bersama-sama kontribusi yg Rp 500.000,- urusan PPDI pusat bukan urusan PPDI kabupaten, PPDI sekelas propinsi sj tdk prh merengek-rengek minta bantuan kabupaten bahkan PPDI Jateng setiap ada pertemuan selalu member transport pada pihak kabupaten, jangan hiraukan anggap saja anjing menggonggong kapilah berlalu, mari kita berjuang pada tgl 14 desember lgsg ke senayan dan jgn mau diperintahkan PPDI pusat. Sebarkan sms ini.”…

Tanggapan :

  • Saya Koordinator  Aliansi Desa Indonesia (ADI) memastikan tidak pernah mengeluarakan instruksi penggalangan dana. Dan  untuk partisipasi ke ADI hanya diakui apabila dietor ke rekening… Aliansi Desa Indonesia

    Bank BRI / no rek : 0325-01-041532-50-3

    atas nama : kumiayi agung saputra

    konfirmasi donasi sms ke : 0817 6668 154

  • Dan dalam kapasitas Penasehat PPDI saya ingin menaya, Apakah Rp. 500.000 per kabupaten memberatkan…? Sementara  teman teman Pengurus Pusat beberapa kali harus ke Jakarta melakukan koordinasi komunikasi dan lobby lobby untuk perjuangan anggota, pernahkan anggota harus beriur…?
  • Menarik bahwa PPDI Jateng setiap ada pertemuan selalu member transport pada pihak kabupaten, Salut dan Hebat Pengurus PPDI Jawa Tengah… yang menjadi pertanyaan adalah sumber penerimaan dari mana sudahkan semua anggota tahu…?
  • Instruksi langsung ke senayan dan mengatakan anjing menggongong…  adalah bukti pengirim SMS tidak mengetahui agenda dan rencana aksi tanggal 14 desember, bisa dipastikan adalah orang yang gagagp teknologi dan tidak pernah mengikuti infornmasi di media internet khususnya jejearing social facebook.
  •  Semoga penyebar SMS memahami dan menyadari kebodohannya, dan yang menerima tidak cukup bodoh untuk mengikuti.

.

SMS 2

“ Itu sms bohong dan bakal mencelakakan para Kades. Sbb RUU Desa masih lama dibahas, belum selesai. Nanti kalau Kades2 ke Jkt hanya akan dijadikan alat unt bikin kerusuhan…”

Tanggapan :

  • SMS bohong tidak mungkin diberikan dengan data pengirim yang jelas, jadi yang membohongi adalah yang memberikan tanggapan. Dan apabila tidak membohongi maka pengirim SMS adalah orang bodoh yang tidak memahami duduk permasalahnya
  • ADI tidak pernah menginformasikan UU Desa sudah selesai, dan tidak ada agenda untuk mebuat kerusuhan.
  • Bahwa gerakan ADI ke Jakarta adalah untuk meminta komitmen dan ketegasan dari Pansus / Panja untuk menyelesaikan UU Desa di masa siding III tahun 2012/2013 pada januari – maret 2013.
  • Ada indikasi pengirim SMS adalah anggota DPR yang tidak berani berkomitmen menyelesaikan UU Desa dengan cepat. Bukti ketidak seriusan menyelesaikan  dengan cepat adalah sudah digagalkannya dua kali rapat kerja pansus RUU Desa yaitu kamis, 29 nop dan Jum’at , 7 des lalu.
  • Semoga kita tidak salah berharap pada anggota DPR yang tidak bisa berkomitmen

.

SMS 3

“Yth. Prgktdsa se Indonsia,aku kasihan pd kalian, tlg jgn trkecoh oleh phk kpntgn lain, tgl 14 Des itu pentupan masa sidang pnsus 2,bkn sdg panja Ruu, dn jgn mau dimnfaatkn utk deklarasi kekuatan lain, sIdang 3 Ruu maret 2O13, paripurna juli agsts 2O13,hati2 jgn mau ditunggangi oleh mrka..”

Tanggapan :

  • Bagaimana bisa berkata kepentingan lain.. ADI adalah kesatuan gerakan dari APDESI, Parade Nusantara, PPDI dan RPDN. Mungkin pengirim sms adalah buakn bagian dari ke empat empatnya dan tidak tahu cara memperjuangkan harapan sehingga hanya bisa duduk diam mendengarkan dan pasrah tanpa bertindak.
  • Siapa yang bilang tanggal 14 bukan penutupan masa sidang ?… ADI tahu itu dan oleh karenanya tanggal 14 itulah dilakukan aksi untuk membangun komitmen pada anggota Pansus/ panja RUU Desa.
  • ADI sudah dideklarasikan di Jakarta pada 8 Oktober 2012 di Jakarta dan sudah melakukan penyelesaian komitmen dan menghasilkan perubahan DIM dari PKB dan PAN. Jadi tidak ada agenda deklarasi.
  • Menunjuk pada runtutnya informasi sampai target paripurna agustus 2013 adalah pengesahan UU Desa, maka pengirim sms layak diduga dari anggota DPR dan atau pansus RUU Desa yang ketakutan untuk diminta komitmennya pada tanggal 14 desember mendatang
  • “jangan mau ditunggangi” sepertinya pengirim sms punya kebiasaan menunggangi kepala desa untuk kepentingannya sehingga menerapkan “baju” nya pada ADI yang sebanarnya ADU sendiri bukan pihak lain dalam hal perjuangan kepala desa karena ada Parade Nusantara dan APDESI yang merupakan wadah kepala desa dalam berjuang untuk desa.

Suryokoco Suryoputro / Koordinator Aliansi Desa Indonesia