Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. (Wikipedia)

Nasionalisme di dalam bahasa Indonesia bisa disebut Kebangsaan, yang dalam sejarahnya, kebangsaaan Indonesia mengenal sembilan semangat kebangsaan. yaitu :

  1. Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, Semangat berdirinya Boedi Oetomo
  2. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Semangat deklarasi Kebangsaan Pemuda Indonesia
  3. Proklamasi 17 Agustus 1945, Semangat Kemerdekaan Indonesia
  4. Pembukaan UUD 1945, Semangat Berbangsa dan Bernegara Indonesia
  5. Negara Kesatuan Republik Indonesia, Semangat kesatuan wilayah Utuh Wilayah Nusantara dari Sabang sampai Merauke
  6. Bhineka Tunggal Ika, Kesadaran kebersamaan dalam keberagaman Indonesia.
  7. Bendera Merah Putih, Identitas Bendera Indonesia
  8. Garuda Pancasila, Lambang Negara Indonesia
  9. Lagu Indonesia Raya, Lagu Kebanggaan Indonesia

Semangat Nasionalisme adalah semangat kebersamaan, semua untuk semua. Dan nasionalisme Indonesia adalah Nasionalisme Pancasila.

Semangat kebersamaan dari kelompok masyarakat yang ber TUHAN, bukan sekedar ber AGAMA, jadi selayaknya diakomudir semangat mereka yang ber Tuhan namun tidak dalam Agama tertentu. Ini adalah bagian dari pemahaman sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Semangat  kebersamaan dalam identitas budaya yang humanis, bukan budaya SARA ( Suku, Agama, Ras dan Alat kelamin) searah dengan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Semangat kebersamaan dalam  kesatuan wilayah yang utuh. Indonesia adalah Negara dengan banyak pulau yang disatukan oleh selat dan lautan, Bukan kumpulan pulau pulau yang dipisahkan oleh selat dan lautan. Ini adalah semangat sila Persatuan Indonesia.

Semangat kebersamaan dalam kesatuan politik dan demokrasi Rakyatlah pemilik kedaulatan, dan negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya dalam bentuk “kehendak rakyat” yang dilakukan disampaikan dalam “perwakilan politik”. Bukan demokrasi suara terbanyak dan demokrasi terbuka tanpa proporsi, karena ini adlaah semangat sila  Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Semangat  kebersamaan dalam mencapai kesejahteraan social (social welfare) bagi seluruh warga Negara. Bukan sekedar kesamaan kesempatan untuk mengusahakan kesejahteraan pribadi pribadi warganegara tanpa perlindungan bagi yang lemah dan memberikan ruang dan perlindungan besar pada bukan warga Negara. Semangat kesejahteraan bersama, kesehjahteraan sosiallah yang kemudian harus dijadikan dasar karena sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

NASIONALISME Indonesia dalam kekinian, semua dasar dalam  berbangsa dan bernegara Indonesia sudah dilanggar dan atau terlanggar adalah sebuah kenyataan yang tidak dapat dielakkan.

  1. Ketuhanan sudah diganti keagamaan.
  2. Kemanusiaan sudah diganti dengan hak asasi manusia tanpa toleransi.
  3. Persatuan sudah diganti dengan pluralism / kebhinekaan tanpa tunggal ika
  4. Kerakyatan sudah diganti dengan demokrasi suara terbanyak bukan permusyawaratan
  5. Keadilan Sosial sudah diganti dengan  pasar bebas tanpa perlindungan diri

Apa yang harus kita dilakukan, apa yang bisa kita lakukan….. mari kita cari jawabanya besama…